Selasa, 14 Agustus 2012

Cara buat Judul dan Ide yang baik

Judul ?

Beberapa orang berpendapat bahwa membuat judul untuk sebuah karangan fiksi itu sulitnya bukan main, tetapi ada juga beberapa orang yang berpikir sebaliknya. Judul suatu karangan, sederhananya memiliki fungsi untuk merepresentasikan garis besar cerita, apa yang membedakannya dengan karangan yang lain. Judul karangan adalah taruhan bagi seorang pengarang. Judul karangannya yang menarik dan eye-catching namun tetap tidak norak, akan membuat pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan cerita. Namun demikian, judul tidak melulu tentang bagaimana cara membuat pembaca tertarik untuk membaca cerita Anda. Judul harus benar-benar dapat memberi batasan kondisi “here and now” cerita Anda pada pembaca. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa judul juga berfungsi untuk menyetel “mental set” pembaca agar lebih siap dalam menikmati karangan Anda. Beberapa judul telah secara tidak langsung memberi tahu pembaca seperti apa karangan yang akan mereka baca, contohnya: “Misteri Pembunuhan Si Pendekar Kampus”, “Bangkit dari Kubur, “Cintapuccino”, dll.


Namun perlu diingat bahwa judul yang berlebihan malah akan dapat menjadi bumerang bagi Anda. Judul yang “too good too be true” bisa jadi membuat pembaca khawatir bahwa isi cerita di dalamnya tidak sedahsyat “aumannya”. Karena itu sebagai penulis, kita harus berhati-hati dalam menggarap judul. Judul yang kurang baik dapat membuat pembaca meninggalkan karangan kita sebelum sempat membaca paragraph pertama. Bagi penulis, itu adalah mimpi buruk.


Berikut ini adalah beberapa pertimbangan dalam membuat judul sebuah karangan:

1. Cara termudah untuk membuat judul adalah, percaya atau tidak, dengan menampilkan setting di mana atau kapan cerita itu terjadi. Karena itu banyak dijumpai karangan berjudul, “Di Lereng Bukit…..”, “Di Pantai ….., “Kisah Sedih di Malam Minggu”, dll. Saya memandang cara itu sebagai cara yang paling “kurang kreatif” dalam membuat judul. Cara itu satu tingkat lebih tinggi dari kondisi putus asa dan khawatir jika tidak dapat membuat judul yang baik. Saya hanya akan melakukan cara itu jika benar-benar sudah mengalami kebuntuan, dan agaknya semua cara yang saya lakukan untuk membuat judul yang lebih baik, gagal. Cara itu bisa berhasil baik untuk pembaca yang kebetulan punya ikatan dengan tempat atau waktu seperti yang ditampilkan di cerita itu. Namun tetap dilihat dari sisi teknik penyusunannya, saya tidak merekomendasikan cara itu. Terkadang beberapa penulis cerdik memanfaatkan tehnik ini dan dapat berhasil. Caranya adalah mengaitkan judul dengan setting yang memiliki nilai emosional tersendiri, contoh: peristiwa gempa bumi di Yogya, tsunami di Aceh, penaklukan puncak himalaya, dll. Saran saya adalah, jika Anda memang ditempatkan pada kondisi yang mengharuskan Anda menggunakan metode ini, pilihlah secara cermat setting yang ingin Anda tampilkan sebagai judul. Jangan sampai pembaca merasa bahwa setting di judul ini hanya sekedar tempelan, dan tak punya nilai urgensitas.


2. Cara terburuk lainnya untuk membuat judul adalah dengan menggambarkan dengan jelas sekali cerita Anda kepada pembaca, sehingga tanpa membaca cerita Anda pun, pembaca sudah bisa menebak akan ke mana cerita ini berakhir. Judul-judul senada : ”Tragedi....”, “Karma”, “Suatu Hari yang Sedih di….”, ”Kemalangan....”, sebaiknya tidak perlu sering-sering dipakai. Namun demikian saya tidak memungkiri ada beberapa penulis yang punya nyali untuk membuat judul ”Pembunuhan......” dan karangannya itu meledak di pasaran. Pada paragraf pertama, pembaca sudah disodori akhir cerita itu, yaitu meninggalnya ”Mr.....”. Namun demikian uniknya cerita itu mampu menggiring pembaca untuk sedikit demi sedikit membuka rahasia di balik kematian si tokoh di cerita itu. Cara itu adalah metode yang jenius, namun demikian tidak semua orang bisa melakukannya. Jika Anda tidak cukup percaya diri untuk melakukannya, cobalah cara yang biasa saja.


3. Banyak penulis yang berkonsentrasi pada rima judul yang mereka buat. Itu adalah suatu pertimbangan yang bagus, karena perpaduan bunyi yang bagus biasanya dapat menggelitik pembaca. Pembaca akan berpikir bahwa penulis yang menciptakannya pastilah seorang yang kreatif. Ini sudah cukup dijadikan jaminan bahwa cerita yang dihasilkannya pun tentu bagus.


4. Kita harus menyadari bahwa kadang kalimat yang pendek lebih efektif dan memiliki kesan lebih kuat daripada kalimat panjang yang bertele-tele. Coba saja, adakah kata makian yang terdiri dari kalimat yang panjang? Biasanya mereka malah terdiri dari dua suku kata saja.Namun demikian, jika Anda terpaksa harus membuat judul yang panjang, yakinkan bahwa Anda telah mencoba membacanya dengan keras dan juga menunjukkannya pada teman Anda,bahwa judul Anda tidak akan dipersepsikan lain. Panjangnya judul ini bisa disiasati dengan mensinkronkan bunyinya. Contohnya adalah salah satu karangan yang berjudul : ”Kutunggu Datangmu Hanya Untukku”


5. Salah satu cara kreatif dalam membuat judul adalah memunculkan suatu kontradiksi. Ini dilakukan dengan cara memuat dua atau lebih unsur yang bertolak belakang, misalnya ”You Love Me, You Love Me Not”. Dengan cara ini pembaca biasanya akan menjadi penasaran dan selanjutnya membaca karangan Anda untuk menemukan hubungan tersebut.






Menggali Ide, Aduh?


Bukan untuk apa-apa hanya ingin berbagi ilmu.


Bukankah ilmu lebih baik dibagikan daripada di simpan, iya kan?





Menggali Ide ? 


Kadang kita merasa heboh sendiri saat mau menulis. "Aduh nggak punya ide nih." "Aduh writer block nih." "Aduh mau nulis apa ya?" dan masih banyak aduh-aduh yang lain. Padahal, dengan menuliskan kata 'aduh' sebagai kalimat pertama di kompi atau lepi kamu, ide akan datang sendiri tanpa diundang dan mungkin pulang dengan sendirinya tanpa diantar.


Masalahnya adalah, masih banyak yang beranggapan, "ahh cuma teori?". Padahal kalau dipraktekin nih, tentu nggak sekadar teori. Ish, bukannya dari teori akan menjadi acuan yang mungkin saja menghebohkan. MIsalnya teori Darwin tentang nenek moyang manusia, atau teori Galileo tentang gaya gravitasi.Sobat RDK, ide memang bahan pokok yang diperlukan saat kita mau menulis sesuatu. Mau novel kek, cerpen kek, fiksimini kek, flash fiction kek, puisi kek, bahkan berita. Setiap hari, setelah saya liputan terus pulang ke lantai V Graha Pena Radar Banten, selalu saja berpikir keras untuk memunculkan ide apa yang harus saya tuangkan dalam bentuk berita. Bahkan ide ini saya butuhkan saat hendak mencari bahan liputan. Setelah ide didapat, barulah kita akan merasa lancar dalam menuliskannya.Nah, kalau berbicara mengenai darimana mendapatkan ide, jawabannya sangat sederhana. Membaca. Ini hal paling sering kita dengar dari mulut penulis senior atau pemula (yang tentu saja mendengar dari para senior, hehe). Masalahnya kita kadang malas membaca. Eits, padahal membaca itu nggak harus membaca buku setebel bendungan Pamarayan kok, bisa jadi membaca koran, majalah, tabloid, komik, bahkan membaca status Facebook dan Twitter teman atau kenalan.Oke, mari kita bergeser sedikit pada pengertian membaca yang lebih luas lagi yakni membaca situasi. Seorang penulis senior yang saya ikuti pelatihannya sangat bersemangat mengatakan, "membaca itu tidak harus teks tapi juga kondisi lingkungan di sekitar kita, dari sanalah kita bisa mendapatkan ide."Wew, ada benernya sih, banyak malah. Misalnya begini, kita lagi pengen banget menulis tapi kita lagi males membaca. Dengan memperhatikan alam sekitar alias membaca dalam tanda kutip, kita bisa dapet ide loh. Misal gini, saat sore-sore gitu jamannya drama Korea Cinderella Step Sister yang dibintangi si unyu Moon Geun Young. Hah? Alhasil, saya gatel membuat cerpen bergenre melow goeslow begitu.Cara lain mendatangkan ide, menonton film (secara saya termasuk moviefreak, liat aja koleksi VCD/DVD film, menumpuk, saingan sama tumpukan buku) atau dengerin musik. Klise? Nggak juga. Dengan mendengarkan musik dan menonton film, seenggaknya membantu kita membangkitkan memori yang pernah kita punya yang mungkin terendap ratusan juta tahun cahaya karena nggak pernah dilongok. Nah, pengalaman empiris yang tiba-tiba muncul inilah menjadikan kita kok merasa lancar banget untuk menulis, dan tau-tau aja kita udah bisa menuliskan tujuh seri novel mengalahkan Seri Harry Potter-nya JK Rowling dalam sejam. Haha, amazing banget. 
Hmm, 
begitulah. 
Yang pasti menggali ide itu nggak sesusah menggali sumur kok. 
Dan nggak semudah menggali kubur juga kali, hehe piss. (*)

Sabtu, 04 Agustus 2012

No Title

halo :D
pada ngapain nih ? pasti pada bobok semua ? *(ya jelas lah, lha ini udah jam 22.30 malem)

hari ini aku cuma mau ngepost tentang "apa ajah"
apa ajah, yang diotak kalian ??
coba jawab = ??

ganti topik aja deh, yang diatas lagi males mbicarain itu
eh, kalo udah malem, biasanya kalian ngapain ? baca buku ? main game ? apa loh ?
kalo baca yang serem serem berani gak ?
pasti nggak berani, apalagi aku.
sendiri diruang tengah sambil baca sesuatu yang nggak penting menurut kalian. pasti langsung tengok kanan kiri, lari kekamar, tutup pintu, laptopnya langsung ditutup. gak pake di shutdon . *(tulisannya bener gak sih ? Lupain )

kalo kalian sendiri gimana ??? yang pasti jangan LeCeK kayak aku.
eh, udah malem nih. atutt kalo ada apa apa, ada Sesuatu, Syahrini dong ? haha

Maap eaa, hari ini post nya cuma dikit. udah malem euyyy..
dari pada gak ngapa ngapain mending bobok yuk
aku bobok dulu yah. biar gak kayak mata panda, hehe

Met bobo semuaaa :D
Have a nice dream :)
Jangan lupa, berdoa dulu kalo mau bobok. :D

Kamis, 26 Juli 2012

Harpitnas

hai hai :D
gimana nih kabarnya ? baik gak ? kalo aku sendiri sih baik
eh, sekarang puasa ya ? sapa yang gak puasa ? yang puasa tak doain dapet pahala yang banyak. aminnn ^^
Di sekolah kalian semua ada pondok ramadhan gak ? yang kristen/ katolik pasti gak ada, iya kan ? *(ya jelas gomik tiwi iki -,-)* sebenernya aku mau cerita doang soal pondok ramadhan di skolah.


hari senin 23 juli - 24 juli 2012
libur karna ada pondok ramadhan di skolah, yang ke skolah itu kls 9. udah enak enak libur dirumah, bangun mbangkong. eeh, hari rabu sama kamis masuk. Harpitnas iki -,-
Rabu 25 juli 2012 - 26 juli 2012
masuk skolah, disana masih sepi. gak ada orang, ya maksutnya ada orang juga seh, tapi cuma dikit. waktu masuk kelas, ambil buku, go to aula, sampe sana diceramahi sama bapak ibu guru. sampe ngantuk ngantuk. gak pada dengerin ortu ngomong, malah asik twitteran fban -,-
nah waktu hari kamisnya ini nih, kan selesai solat, trus anak cowok sama ceweknya kan digabung jadi 1 di aula. nah kan rame tuh. ada penyuluhan dari mana gitu. pokoknya tentang puasa sama kedokteran gitu pokoknya, ruame puoll. masnya yang lagi presentasi dikacangin, hahahayyy. kaciannn. yang sabar mas xD

pulangnya katanya kalo gak solat disuruh nulis surat yg di al-quran. jadi semua nya ngumpul di aula. pengab woiiii xs . selesai , absen deh, waktu absen ribut sendiri sendiri. sibuk yang cari absen lah, sibuk yang rebutan lah, ada yang dorong dorongan, ada yang sampe kejar kejaran. tapi absen kelasku gak ada, eh untungnya ada salah satu temenku, yang ngasih itu absen ke aku. hahahayy, thanks ya :D katanya dia nemuin di tom sampah. eh maksutnya tong sampah.. ihh, jahat banget, itu absen kan harus dikumpulin. kenapa dibuang ??
selesai absen pulang deh :D . gak disangka aku mimisan, OMAIGAT *Tiwi lebeyy -,-* haha, biasa. orang lebey jangan ditiru... sampe rumah langsung tidur sampe jam 5. jam set 5 bangun langsung buka puasa. hehe, enak kan gak ngerasain laper :)

sekitar jam 6 an lah, itu langsung ke mushola. ditemenin sama dellie, tetanggaku. dia mesti ngajak duluan. kalo gak gitu ya gak dapet tempat lah. sampe sana kan solat. masak 1 rakaat 5 menit ?? lamanyaaaa. disana kan dingin, angin nya kenceng, sampe lumuten di mushola gara gara imamnya lama sama duinginnnn x)

gimana postingan hari ini ? Gueje yah ? hehe, maap deh, soalnya ini udah malem.
bagi yang mau bobok, have a nice dream yah
sukses buat hari esok :)

Minggu, 15 Juli 2012

S to the S

hai hai :D
gimana kabarnya ? baik gak ? yang pasti selalu baik. kalo hatinya ? lagi galau gak ? Galau ? jangan deh. mending senyum senyum aja :) #Kayak Orgil dong :-/

emm, hari ini rasanya kayak gimanaaa gitu. kemaren tidur jam 1 malem, alhasil mbangkong sampe jam 11 , -,- beda 10 jam. oh iya, kalo pas liburan tambah parrah lagi. tidur jam 9 bangun jam 1 siang. -,- itu juga waktu bangun masih mau tidur lagi... lamess

malem malem gini, aku mau cerita cerita nih. #CurhatNiyeee
ceritanya ini waktu pertama kali masuk sekolah. [maksutnya naik ke kelas 8].

pagi pagi berangkat sekolah, Wushh. kok ada yang pake baju merah putih ? #Waktu Itu Belom Nyadar Kalo Udah Naik Kelas 8# tak kirain udah masuk. lari lari deh, dilihatin akunya. pas sampe depan tata usaha, ada temenku bilang gini "eh wi, kamu sekelas sama aku" "sekelas apanya ?" "kamu sama aku 1 kelas, kan udah kelas 8 tiwiiiii " "oh iya seh, lupa" . baru nyadar kalo yang pake baju putih putih tadi itu anak kelas 7 yang baru. #Maksutnya yang pake baju merah putih.

T-R-N-Y-T aku masuk 8.4. ohh, sapa aja temennya ?? nanti aja diliat. kelas paling belakang, deketnya 8.1  8.2  8.3 , yang dulu itu tempatnya kelas 8.7  8.6  8.a  sama 8.b . deketnya kamar mandi, deketnya gazebo, deketnya tempat yang "hiii hiii hiii" gitu deh pokoknya.
sampe kelas kan ditaruh tuh tasnya, "tetttt" belnya bunyi. upacara deh,

waktu selesai upacara, pak gurunya bilang "mulai senin depan, sudah moving class" What ??? lak capek gitu. -,- bawa tas kemana mana. gak punya kelas -,-
alhasil harus terima walau gak kepingin.

udah 1 minggu, sekarang hari minggu. besok mulai moving. semoga moving nya enak. gak tabrak an sama yang lain.

goodluck buat moving classnya  ^^v

Jumat, 29 Juni 2012

yey, ahirnya naik kelas juga

hello, whatsup broo
gimana ? kangen gak ama aku ? haha, yang jelas skrg aku naik kelas coyy. ke kelas 8, hehe, masih kecil 13 tahun doang

sebenernya hari ini cuman mau cerita aja tentang gimana rasanya pertama Ujian sampe selesai. oke, capcus yukk

suatu hari, aslinya gak suatu hari juga sih. lanjut ke topik. pertama kali denger UAS, laangsung kringet dingin, panas dingin, merinding, gemeteran, pokoknya setres deh. bayangin, gimana nanti kalo soalnya susah susah, bayangin gimana kalo gak naik, huaaaaa jadi nangis  T,T
tapii, aku berusaha buat yang terbaik, berusaha buat belajar lebih giat, tapi ada juga sih yang gak ngerti.

waktunya UAS sekelas ama temen aku, ya emang sekelas, kalo gak sekelas namanya apa dong ? .sekelas ama 6 anak di kelasku, dan itu termasuk aku juga sih. aku di bangku palinggg belakang sendiri sama 4 temen lainnya, yang 1 lagi di depan. pas dikasi tuh LJK nya, kan pake ljk bukan pake kertas. ya emang ljk itu dari kertas, maksutnya bukan kertas yang biasanya itu lhoo.

abis dikasi LJK, siap ngerjain tu soal... kenapa soalnya susah susah gini ?? alhasil aku ngerjain soalnya dengan seperempat ngarang, 3 per empatnya lumayan, gak ngarang, alias mikir cuy. selesai ngerjain tu soal, langsung dicocokin ama temen sebelah, dan ahirnya jwabannya adalah.. SAMA woiii, padahal gak tanya lhoo, gak nyontek lhooo.. wkwk

diantara 11 pelajaran, paling susah ituuu,, TIK. aslinya gampang sih, cuma, soalnya itu gak bisa di duga, di suruhnya belajar ini, eh, keluarnya yang ini. ancur deh. dan syukur deh, masih dapet ranking 3 dengan jerih payah sendiri :) walaupun ada yang tanya cuma 1 nomer doang kok, itu juga tanyak cara, bukan jawaban lhoo.

babay, sampai jumpa kapan kapan lagi, hehe x)
 
Copyright 2009 Si Ucrit